Manajemen Bisnis dan Layanan Keuangan Berbasis IT
Manajemen Bisnis dan
Layanan Keuangan Berbasis IT
Dalam menjalankan bisnis, seseorang perlu mendalami tentang ilmu manajemen. Manajemen bisnis inilah yang dapat membantu Anda dalam mengelola dan menjalankan bisnis secara benar dan tepat agar dapat mencapai target-target yang ditetapkan. Tanpa adanya hal tersebut, usaha atau bisnis Anda bisa berantakan dan terlantar.
Masalahnya, tidak semua orang memiliki background dalam bidang manajemen, bahkan mungkin Anda termasuk salah satunya. Lantas, apa ini artinya Anda harus kuliah terlebih dulu selama sekitar empat tahun untuk mendalaminya?
Tentu saja tidak. Namun, setidaknya usahakan untuk mempelajari hal-hal dasar terkait manajemen bisnis, yang di dalamnya juga termasuk manajemen keuangan dan pemasaran. Pada dasarnya, manajemen berfungsi untuk mengatur jalannya bisnis Anda sehingga membentuk keteraturan yang dapat memudahkan Anda dalam mencapai tujuan. Agar bisnis berjalan lancar dalam mencapai target, diperlukan manajemen yang tepat.
Pengertian Manajemen
Apabila ditinjau dari sisi etimologis, manajemen sebetulnya berasal dari Bahasa Perancis kuno, yakni “management”, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Dari arti etimologis tersebut, beberapa ahli dalam ilmu manajemen mengembangkannya menjadi definisi yang lebih panjang.
Dianataranya yaitu:
Ricky W. Griffin, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Hal ini sejalan dengan Henry Fayol yang mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu yang mengandung lima gagasan atau fungsi utama, yakni merancang, memerintah, mengorganisir, mengendalikan, dan mengoordinasi.
Ada pula George R. Terry yang menyebut manajemen sebagai proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain.
Fungsi Manajemen
Setidaknya ada empat fungsi utama yang dimiliki oleh manajemen, yaitu:1. Perencanaan (planning)
Dalam fungsi ini, manajemen berperan untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi, lalu merencanakan cara terbaik demi mencapai tujuan tersebut. Tergantung dari skala perusahaan, perencanaan ini bisa biasanya dilakukan selama beberapa kali, yakni untuk kepentingan perusahaan secara keseluruhan dan di-break down lagi secara lebih detail untuk masing-masing divisi. Biasanya, manajer akan mengevaluasi berbagai alternatif rencana sebelum memilih rencana apa yang dipilih dan paling cocok diterapkan untuk mencapai tujuan perusahaan.Perencanaan bisa dibilang merupakan basis terpenting dari keseluruhan proses manajemen bisnis. Anggaplah perencanaan sebagai pondasi rumah yang harus dibangun secara kuat. Tanpa adanya perencanaan yang matang dan detail, bisa-bisa proses bisnis Anda tak akan berjalan sesuai harapan.
2. Pengorganisasian (organizing)
Setelah melakukan perencanaan secara matang, saatnya mengubah rencana tersebut menjadi sesuatu yang nyata. Namun, untuk itu, Anda perlu memastikan agar tugas atau kondisi tertentu dikenakan oleh orang-orang yang tepat. Di sinilah fungsi pengorganisasian akan membantu Anda. Biasanya, pengorganisasian di perusahaan dibagi berdasarkan fungsi pokok, misalnya seperti pemasaran, akuntansi, produksi, administrasi, dan sebagainya.Nah, setiap fungsi pokok tersebut idealnya diketahui oleh masing-masing manajer yang bertanggung jawab kepada direktur utama. Pengorganisasian juga dapat dilakukan dengan menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, hingga pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing)
Pada tahap ini, setiap anggota tim idealnya sudah mengetahui apa yang harus mereka kerjakan demi mencapai tujuan perusahaan. Meski begitu, mereka tetap membutuhkan dorongan agar bisa terus termotivasi untuk bekerja. Di sinilah fungsi pengarahan dalam manajemen sangat dibutuhkan. Biasanya, peran directing ini dilakukan oleh seorang manajer di masing-masing divisi. Mereka akan melakukan pengarahan melalui metode influencing dan motivating.4. Pengendalian (controlling)
Agar setiap proses dalam manajemen berjalan optimal dan sesuai rencana, maka perlu diberlakukan fungsi pengendalian. Umumnya, fungsi pengendalian meliputi empat kegiatan, yaitu untuk menentukan standar prestasi, mengukur prestasi yang telah dicapai, membandingkan prestasi yang telah dicapai dengan standar prestasi, serta melakukan perbaikan apabila ada penyimpangan dari standar prestasi yang telah ditentukan.4 Jenis Manajemen yang Diperlukan untuk Bisnis
Agar bisnis dapat berjalan optimal dan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, diperlukan beberapa jenis manajemen lain untuk diterapkan, yaitu:Manajemen keuangan
Sesuai namanya, manajemen keuangan berfungsi untuk mengatur keuangan perusahaan agar arus kas berjalan stabil sehingga pengeluaran tidak lebih besar daripada pemasukan bisnis. Dengan adanya pengelolaan keuangan, seluruh komponen keuangan bisnis juga akan terdata secara rapi, memudahkan Anda untuk melakukan analisis dan meningkatkan peluang untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat dan strategis.Agar lebih optimal, penggunaan teknologi seperti Sleekr Accounting sangat disarankan karena dapat melakukan integrasi perbankan dengan sistem yang otomatis Seluruh data keuangan, mulai dari profit margin hingga utang piutang juga tersedia secara real time sehingga Anda bisa selalu mendapatkan data terbaru.
1. Manajemen SDM
Ada banyak unsur yang berperan dalam kesuksesan bisnis. Salah satu yang terpenting adalah sumber daya manusia (SDM). Manusia lah yang menjadi pemegang kontrol terhadap unsur-unsur lainnya, contohnya seperti uang, material, atau mesin. Karena perannya yang amat krusial, diperlukan penanganan khusus yang disebut juga dengan manajemen SDM. Dengan adanya pengelolaan yang tepat, SDM diharapkan bisa saling bekerja sama secara baik, efektif, dan efisien sehingga tujuan dapat tercapai.2. Manajemen operasional
Dalam bisnis, manajemen operasional dapat membantu Anda untuk memastikan bahwa kegiatan operasional yang sehari-hari berjalan sesuai rencana dan kebijakan yang berlaku. Kegiatan operasional ini mencakup segala hal yang berhubungan dengan proses produksi, mulai dari bahan baku, mesin, teknologi hingga metode yang diterapkan dalam mengubah bahan baku menjadi produk tertentu.Dengan adanya pengelolaan operasional, Anda bisa memastikan kualitas terbaik untuk bahan baku, mengetahui jumlah bahan baku yang harus disediakan, waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi, bagaimana cara melakukan efisiensi waktu serta tenaga, dan masih banyak yang lainnya.
3. Manajemen pemasaran
Agar produk bisa sampai di tangan pengguna, Anda membutuhkan pemasaran. Terlebih jika produk Anda tergolong baru, maka Anda harus menjadi pihak yang lebih aktif melakukan promosi untuk membuat target market mengetahui kehadiran produk Anda. Proses pemasaran lah yang bisa membantu Anda dalam hal ini, yakni melalui beberapa strategi pilihan yang memiliki peluang paling tinggi untuk membawa kesuksesan.Manajemen bisnis tak akan dapat berjalan tanpa adanya jenis manajemen lain seperti manajemen pemasaran, keuangan, operasional, dan SDM.
1. Unsur-unsur Manajemen
Dalam bisnis, terdapat enam unsur yang berpengaruh dalam keberhasilan suatu usaha. Unsur-unsur ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dari satu sama lain. Jika salah satu unsur tidak ada atau tidak optimal, maka dapat mempersulit perusahaan dalam mencapai tujuannya. Berikut ini unsur-unsur tersebut:1. Manusia (human)
Tidak berlebihan rasanya menyebut sumber daya manusia sebagai unsur terpenting dalam manajemen bisnis. Tanpa adanya manusia, perusahaan tidak dapat menentukan tujuan dan menyusun rencana terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Manusia lah yang memegang kontrol terhadap unsur-unsur lain dalam bisnis.2. Uang (money)
Sejak awal mendirikan usaha, uang sudah menjadi salah satu hal paling krusial, yakni sebagai modal. Selain sebagai alat tukar, uang juga dapat berfungsi sebagai alat pengukur nilai. Keberhasilan suatu kegiatan atau penjualan bisa diukur berdasarkan jumlah uang yang beredar dalam perusahaan.Sebagai salah satu unsur manajemen, uang dapat membantu Anda untuk memperhitungkan bisnis secara rasional. Hal ini berkaitan dengan berapa banyak uang yang harus disediakan untuk membeli mesin baru, membayar gaji karyawan, hingga berapa banyak yang harus didapatkan demi mendapat keuntungan.
3. Bahan (materials)
Ada dua jenis bahan dalam unsur bahan, yakni bahan setengah jadi dan bahan jadi. Tanpa adanya bahan, bisa dipastikan Anda akan kesusahan untuk menghasilkan produk yang hendak dijual. Seluruh rencana yang disusun dapat menjadi percuma dan menghambat perusahaan mencapai tujuannya.4. Mesin (machine)
Anda sudah mempunyai bahan yang diperlukan untuk membuat produk. Namun, proses produksi bisa terhambat apabila Anda tak memiliki mesin yang mumpuni. Perlu diingat pula bahwa dalam hal ini, mesin tak hanya terbatas pada mesin-mesin pabrik untuk menghasilkan produk barang. Mesin seperti komputer, printer, hingga mesin fotokopi juga memiliki nilai penting dalam proses bisnis Anda.5. Metode (methods)
Unsur satu ini membantu Anda dan tim untuk menjalankan setiap proses manajemen secara efektif dan efisien. Karenanya, Anda perlu menentukan metode terbaik untuk diterapkan di perusahaan. Dari sini, biasanya akan ditemukansehingga Anda dan seluruh karyawan bisa bekerja secara berdampingan dengan baik.6. Pasar (market)
Sebagus apa pun kualitas produk yang diciptakan, hal tersebut akan percuma apabila tidak ada demand atau pasar yang memadai. Jika hal tersebut terjadi, kemungkinan besar proses produksi akan berhenti sehingga mengancam kesuksesan perusahaan. Karenanya, Anda juga perlu melakukan pemasaran untuk menarik perhatian target market Anda. Susunlah strategi-strategi yang dapat menggaet mereka.Manajemen bisnis adalah proses merencanakan, mengarahkan, mengorganisir, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien melalui pemanfaatan sumber daya organisasi.
Mengenal Fintech, Sistem Finansial Berbasis Teknologi di Era Digital
Jika dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu, saat ini teknologi sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tidak hanya di bidang teknologi itu sendiri, tapi juga merambah hingga bidang-bidang yang lain. Tidak terkecuali finansial. Berkat perkembangan teknologi, berbagai aktivitas finansial bisa dilakukan dengan lebih mudah dan praktis sehingga hemat waktu dan tenaga.Mulai dari transaksi melalui smartphone, membayar dengan e-Money, bahkan hingga melakukan investasi, semuanya kini bisa dilakukan secara mudah. Mungkin kamu tidak menyadarinya, tapi fintech adalah bagian dari hal-hal tersebut.
Apakah yang dimaksud dengan fintech?
Yes, beberapa tahun terakhir ini memang istilah fintech banyak jadi bahan pembicaraan. Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud denganfintech? Fintech adalah singkatan dari financial technology, yaitu penggabungan antara teknologi dan sistem finansial atau keuangan. Kalau menurut National Digital Research Center (NDCR) , fintech merujuk pada inovasi dalam bidang jasa finansial atau inovasi finansial yang diberi sentuhan teknologi modern.Apa manfaat yang diberikan oleh fintech?
Berkat adanya pemanfaatan teknologi yang digabung dengan sistem finansial, fintech pun berhasil memberikan banyak manfaat di berbagai lingkup kehidupan. Mulai dari memudahkan layanan finansial hingga mendukung inklusi keuangan, ini dia beberapa manfaat fintech yang perlu kamu tahu.· Kemudahan layanan finansial
Salah satu manfaat yang ditawarkan oleh fintech adalah kemudahan layanan finansial,mungkin manfaat satu inilah yang paling terasa. Coba bandingkan dengan sepuluh tahun lalu. Saat hendak mentransfer uang, kamu mungkin harus mendatangi mesin ATM atau teller di bank. Hal ini tentu cukup merepotkan karena membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Belum lagi kalau kamu harus antre, tentu semakin banyak waktu yang terbuang.Namun, hal seperti itu bisa disederhanakan berkat kehadiranfintech. Kini, kamu bisa melakukan transfer uang hanya melalui smartphone. Bahkan beberapa layanan fintech juga memungkinkan kamu untuk membayar berbagai tagihan bulanan, contohnya listrik, telepon, dan BPJS. Kamu pun jadi bisa menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu keluar rumah untuk melakukan transaksi tersebut.
· Membantu UMKM mendapatkan modal usaha berbunga lebih rendah
Sebelum kemunculan fintech, mayoritas pelaku UMKM di Indonesia mengandalkan pinjaman bank untuk mendapatkan modal usaha. Tentu tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun, perlu kamu ingat lagi kalau pinjaman bank biasanya memiliki bunga yang cukup tinggi. Belum lagi prosedur dan persyaratan yang umumnya cukup sulit.Fintech adalah solusi terbaik untuk membantu memajukan UMKM. Saat ini, sudah ada cukup banyak penyedia layanan fintech di Indonesia yang menawarkan pinjaman modal usaha dengan bunga relatif lebih rendah apabila dibandingkan dengan bunga bank. Sistem ini disebut juga dengan peer-to-peer (P2P) lending, yaitu sebuah praktik berbasis online platform yang mempertemukan pelaku UMKM yang membutuhkan dana dengan orang-orang yang bersedia berinvestasi meminjamkan uang mereka.
· Mendukung inklusi keuangan
Inklusi keuangan merujuk pada akses terhadap lembaga keuangan masyarakat. Pada 2019 ini, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DKNI) menargetkan 75% inklusi keuangan. Namun, sampai sekarang target tersebut baru tercapai 49%. Itulah kenapa pemerintah Indonesia menyusun kebijakan inklusi keuangan demi menarget masyarakat yang berada di piramida ekonomi paling bawah. Umumnya, masyarakat ini tinggal di desa-desa terpencil.Fintech adalah alternatif solusi untuk membantu mencapai target inklusi keuangan tersebut. Umumnya, layanan fintech berbasis online sehingga bisa lebih mudah diakses selama siapa pun memiliki jaringan internet. Hal ini sejalan dengan pilar ke 3 dari pengembangan inklusi keuangan di indonesia, yaitu Layanan Keuangan Digital Inovatif.
Apa saja jenis-jenis fintech yang tersedia di zaman sekarang?
Pada praktiknya, fintech memiliki banyak produk dan layanan yang bisa kamu manfaatkan. Namun, Bank Indonesia membagi klasifikasi jenis fintech menjadi empat jenis, yaitu:· Peer-to-peer (P2P) lending dan crowdfunding
Klasifikasi pertama adalah P2P lending dan crowdfunding, yang bisa dikatakan sebagai marketplace finansial. Platform satu ini mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang bersedia memberikan dana untuk investasi. Prosesnya cenderung lebih praktis jika dibandingkan dengan bank konvensional karena bisa dilakukan dalam satu online platform. Contoh penyedia layanan P2Plending adalah Modalku, sedangkan untuk contoh crowdfunding adalah KitaBisa.· Payment, clearing, dan settlement
Bagi yang sering menggunakan payment gateway ataue-wallet, dua produk tersebut termasuk kategori payment, clearing, dan settlement ini. Baik yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, contohnya Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) ataupun pihak startup finansial lain seperti Xendit, Kartuku, dan Doku.· Manajemen risiko dan investasi
Melalui jenis fintech kategori ini, kamu bisa memantau kondisi keuangan sekaligus melakukan perencanaan keuangan secara lebih mudah dan praktis. Umumnya, fintech manajemen risiko dan investasi hadir dalam bentuk aplikasi yang bisa kamu akses dari smartphone. Kamu hanya perlu mengisi data-data yang dibutuhkan untuk bisa mengontrol keuangan sesuai kebutuhan.· Market aggregator
Fintech untuk kategori market aggregator mengacu pada portal yang mengumpulkan ragam informasi terkait keuangan untuk disajikan pada pengguna atau target audiens. Informasi ini bermacam-macam, bisa tentang tips keuangan, investasi, hingga kartu kredit. Dengan adanya market aggregator, diharapkan kamu bisa mendapatkan informasi yang tepat sebelum mengambil keputusan terkait keuangan.Bagaimana regulasi tentang fintech di Indonesia?
Di Indonesia, fintech bisa dikatakan telah diterima dengan baik. Per januari 2018 lalu, jumlah pengguna fintech di Indonesia sudah mencapai sekitar 260.000 orang. Hal ini juga didukung dengan adanya regulasi resmi dari pemerintah melalui Bank Indonesia terkait penerapan fintech. Ada 3 dasar hukum yang dijadikan landasan, yaitu:- Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/22/DKSP perihal Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital
- Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran
- Peraturan Bank Indonesia No. 18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik
Keberadaan fintech adalah bukti bahwa teknologi mampu memberi kemudahan yang dibutuhkan oleh masyarakat indonesia dalam melakukan berbagai aktivitas finansial, baik itu transaksi hingga investasi. Mengingat jumlah penggunanya yang cukup tinggi, bukan tidak mungkin di masa depan nanti akan muncul berbagai inovasi baru di dunia fintech.
sumber:
https://sleekr.co/blog/mengenal-manajemen-definisi-fungsi-dan-unsur/
https://www.dewaweb.com/blog/fintech-adalah-sistem-finansial-berbasis-teknologi/




Komentar
Posting Komentar