Penggunaan Layanan Sistem Informasi yang Efektif dan Cepat Tanggap
Macam - macam layanan Sistem Informasi
Information Technology Infrastructure Library (I.T.I.L)
Apa itu I.T.I.L?
I.T.I.L atau Information Technology
Infrastructure Library (Bahasa Inggris, diterjemahkan Pustaka
Infrastruktur Teknologi Informasi), adalah suatu rangkaian konsep dan
teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi
informasi (TI)
I.T.I.L diterbitkan dalam suatu rangkaian
buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama
I.T.I.L dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar
dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.
Penyedia layanan.
- Tipe 1 – Penyedia layanan internal:
Pada dasarnya ini merupakan jenis
unit in-house IT yang biasanya diposisikan dalam unit bisnis yang mereka
layani, meskipun umumnya untuk unit skala kecil unit IT ini akan
dikonsolidasikan ke departemen IT perusahaan yang memiliki kepentingan
sebagai penyeimbang, tuntutan dan prioritas dari korporasi organisasi
ini adalah terhadap setiap individu unit bisnis.
- Tipe 2 – Unit penyedia layanan bersama:
Disinilah berbagai fungsi cakupan luas,
dianggap sebagai non-inti untuk bisni, dikelompokkan bersama ke unit
pelayanan perusahaan bersama. Fungsi yang terlibat biasanya adalah
bidang IT, Keuangan dan SDM, terkadang juga pelayanan hukum, logistik,
dan fasilitas manajemen.
- Tipe 3 – Penyedia layanan eksternal:
Ini merupakan sebuah entitas komersil yang
terpisah dari bisnis yang dilayaninya, dan beroperasi sebagai bisnis
kompetitif dalam pasar.
Berikut merupakan contoh layanan management sistem informasi yang ada pada ponsel Android :
Beberapa
tahap agar penerapan layanan Sistem
Informasi berjalan efektif :
1. Tahap inisiasi (initiation)
Yaitu tahap dimana organisasi (perusahaan) mulai pertama kali mngenal teknologi informasi.
Memang secara umum perusahaan yang ada sudah melewati masa ini,
meskipun masih ada juga beberapa yang masih dalam proses tahapan inisiasi ini.
2. Tahap ketularan (contagion)
Yaitu tahap dimana organisasi (perusahaan)
sudah mulai banyak yang menggunakan teknologi informasi meskipun ini dilakukan
atau tidak terlalu mempertimbangkan untung ruginya dari penggunaan teknologi
informasi ini. Artinya aspek keuntungan (benefit) dan biaya (cost) benar-benar
dikesampingkan tetapi hanya meniru beberapa perusahaan yang menjadi
pesaing (competiter).
3. Tahap kendali (control)
Pada tahap ini organisasi (perusahaan) sudah mulai selektif di dalam penggunaan teknologi
informasi. Ada hal yang dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan penggunaan
teknologi informasi seperti pertimbangan untung rugi (cost & benefit).
Artinya bila ada individu atau suatu unit di dalam organisasi (perusahaan)
membutuhkan teknologi informasi, bagian pengadaan akan melakukan evaluasi dulu
biaya yang dikeluarkan serta keuntungan yang nantinya akan didapat dengan
penggunaan teknologi informasi.
4. Tahap matang (mature)
Pada tahap ini
organisasi (perusahaan)
menggunakan teknologi informasi tidak hanya mempertimbangakan keuntungan
(benefit) yang akan didapatkan serta berapa biaya (cost) yang
harus dikeluarkan tetapi lebih dari itu bagaimana teknologi informasi
yang
digunakan dapat dijadikan sebagai alat keunggulan di dalam bersaing (competitive advantage).
Source :
https://www.s-notess.tk/2016/03/manajemen-layanan-sistem-informasi.htmlhttp://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html
Komentar
Posting Komentar